Hal-Hal Yang Mesti Diketahui Dalam Rappeling (Turun Tebing)

Exploregunung.com –¬†Panjat tebing memang sepintas terlihat simpel, pendaki mencoba menaiki tebing dan turun kembali dengan selamat. Namun faktanya ini olahraga yang sangat sulit, dan tidak sembarangan orang mau mempelajarinya. Dalam panjat tebing terdapat teknik-teknik mendasar yang mesti dikuasai agar dalam proses pendakian tidak mengalami kecelakaan. Salah satu teknik dalam panjat tebing adalah rappeling (turun tebing), memang terlihat lebih mudah saat pendaki melakukan rappeling, namun realitanya rappeling merupakan teknik panjat tebing yang paling berbahaya. Banyak pendaki yang mengalami kecelakaan fatal saat melakukan rappeling ini. Teknik rappeling ini membutuhkan trik-trik khusus untuk menguasainya.

Hal-Hal Yang Mesti Diketahui Dalam Rappeling (Turun Tebing)
Hal-Hal Yang Mesti Diketahui Dalam Rappeling (Turun Tebing)

Tidak hanya dalam olahraga panjat tebing, teknik rappeling juga merupakan teknik wajib dalam pendakian gunung atau mountaineering. Dalam mendaki gunung, terkadang pendaki menghadapi kondisi cuaca buruk seperti badai disertai petir, dan demi keselamatan pendaki harus turun gunung, disinilah kemampuan rapelling diperlukan. Teknik rappeling ini sangat krusial dan merupakan teknik yang paling berbahaya, pendaki selain harus memiliki kemampuan rappeling yang bagus juga harus mempunyai pengalaman dalam menangani berbagai peralatan pendakian seperti harness, tali, descender dan lain-lain.

Terdapat dua tipe rappeling yang sering digunakan oleh pendaki yaitu rappeling cepat dan rappeling lambat. Rappeling cepat digunakan terutama saat mengikuti kejuaraan panjat tebing, selain itu rappeling cepat biasa digunakan oleh tentara dalam menangani kasus terorisme atau operasi di pegunungan. Teknik rappeling lambat biasanya digunakan oleh pendaki gunung atau pemanjat tebing profesional, dimana biasanya mereka menginginkan trek menuruni tebing/gunung secara perlahan-lahan untuk menikmati keindahan alam. Namun biasanya kedua tipe rappeling tersebut harus dikuasai oleh climber, karena trek pendakian biasanya memerlukan semua teknik-teknik mendasar seperti rappeling cepat dan rappeling lambat.

Dalam rappeling atau dalam kegiatan panjat tebing, pendaki membutuhkan peralatan yang harus dibawa. Pengetahuan akan rig dalam rappeling sangat diperlukan agar tidak terjadi crash saat berada diatas tebing, berikut beberapa alat yang mesti dibawa:

  • Harness
    Harness merupakan alat yang dipasang dibagian perut, dan fungsinya yaitu untuk mengaitkan tali kernmentle kebagian tubuh agar pendaki tidak jatuh. Dalam olahraga panjat tebing, perlu diketahui bahwa terdapat dua tipe harness yaitu full body harness dan sit harness.
  • Tali Kernmentle
    Salah satu alat yang paling penting dalam rappeling adalah tali kernmentle karena fungsinya memang untuk rappeling. Dalam panjat tebing biasanya ukuran tali kernmentle ini adalah 8-11 milimeter. Tali ini mesti mampu menopang beban dari pendaki, dan biasanya mampu menahan beban hingga 1-2 ton.
  • Karabiner
    Karabiner bukanlah hal asing bagi pecinta alam, berbentuk oval dan merupakan cincin kait yang berfungsi menahan beban. Biasanya terbuat dari aluminium solid dan mampu menahan beban hingga 3 ton.
  • Sarung Tangan
    Dalam rappeling biasanya yang paling banyak melakukan gerakan adalah tangan, dan untuk menjaga agar telapak tangan tidak mengalami lecet maka harus menggunakan sarung tangan.

Terdapat beberapa cara dalam teknik rappeling ini, berikut cara-caranya:

  • Berlari
    Teknik ini membutuhkan skill rappeling tingkat tinggi, tidak sembarang orang bisa melakukannya. Pendaki melakukan rappeling dengan berlari, kamu bisa melihat contohnya dalam film Mission Impossible yang dibintangi oleh Tom Cruise.
  • Melompat
    Dalam teknik ini, climber melakukan lompatan-lompatan kecil dalam rappeling. Dibutuhkan konsentrasi tinggi untuk melakukannya.
  • Rappeling Normal
    Dalam rappeling normal, pendaki hanya perlu menyusuri tepi tebing dengan perlahan-lahan.
  • Free Fall
    Pendaki profesional biasanya sering melakukan teknik-teknik ekstrem, dan dalam rappeling mereka biasanya menggunakan teknik rappeling free fall yaitu pendaki menggunakan gerakan bebas saat menuruni tebing.
  • Kepala Dibawah
    Ini adalah teknik rappeling paling ekstrem dan sangat menguras adrenalin, hanya orang-orang dengan tingkat kegilaan tinggi yang mau melakukannya.

Dalam panjat tebing atau pendakian gunung, banyak orang yang menganggap bahwa turun tebing tidaklah terlalu sulit. Namun faktanya turun tebing tidaklah semudah seperti yang dibayangkan. Jika berhasil menguasai beberapa cara rappeling diatas, bisa dipastikan aktivitas panjat tebing akan lebih menyenangkan.

Komentar Facebook