informasi [klik]Info status buka dan tutup gunung terupdate 2018

Inilah Mitos dan Fakta Ekoturisme

Exploregunung –¬†Ekoturisme atau ekowisata merupakan salah satu tren terbaru dalam industri travel dan turisme. Sebagai seorang traveler, kita sering mendengar ekoturisme atau geoturisme, namun kita terkadang salah mengartikan apa itu ekoturisme. Dalam artikel ini kamu akan menemukan beberapa mitos dan fakta mengenai ekoturisme agar pembaca bisa mengenal apa itu ekoturisme.

Ekoturisme adalah pilihan khusus dalam kegiatan traveling dimana traveler bisa memilih destinasi wisata di alam bebas. Sebagai seorang eco-traveler, kamu diharapkan lebih respect akan budaya dan tradisi lokal, menjaga flora dan fauna dan tidak mebuat berbagai pencemaran alam lainnya. Wilayah yang dikunjungi mungkin memiliki ekosistem yang rapuh dan merupakan cagar alam yang dilindungi. Jika kamu menyukai ide-ide akan ekoturisme tersebut, maka sangat penting mengetahui keseluruhan konsep dari ekoturisme. Berikut adalah beberapa mitos dan fakta mengenai ekoturisme.

Mitos: Ekoturisme itu sangat mahal.

Fakta: Ini merupakan salah kaprah orang akan ekoturisme, yang menganggap ekoturisme itu super mahal. Mayoritas dari traveler di seluruh dunia lebih memilih bertemu dengan masyarakat lokal, dan menikmati saat-saat berada dalam kultur dan tradisi lokal. Kebanyakan dari perusahaan pariwisata menjanjikan kesempatan untuk bertemu dengan kebudayaan lokal dan melihat ekosistem alami dari destinasi yang dikunjungi. Dan biasanya traveler yang kurang cerdas membayar terlalu mahal pada perusahaan pariwisata, dan percayalah untuk menikmati ekowisata tidaklah mahal, biayanya berkisar hanya Rp. 50.000-Rp.100.000 perhari.

Mitos: Hotel yang digunakan untuk ekoturisme tidak mewah.

Fakta: Biasanya banyak orang yang menyangka bahwa dalam ekoturisme, traveler akan menginap di tenda atau penginapan seadanya. Hal ini karena ekoturisme sering dipromosikan dengan image hutan, orang-orang dari suku tertentu, hewan liar dan rumah pohon. Faktanya sangat terbalik, meskipun traveler bisa memilih cara paling murah yaitu hanya menggunakan backpack dan berjalan kaki, ekoturisme bisa juga menjadi sangat mewah. Terdapat berbagai hotel mewah yang memakai tema ekoturisme dalam teknik promosinya.

Mitos: Destinasi ekoturisme hanya berada di negara-negara dunia ketiga.

Fakta: Inilah mitos yang sering ada dalam pariwisata ekoturisme. Faktanya ekoturisme bisa dilakukan dimanapun, dibagian dunia manapun mulai dari daerah terpencil di Afrika ataupun di kota-kota populer di Eropa dan Amerika.

Mitos: Ekoturisme sering dikaitkan dengan kegiatan relawan daripada aktivitas liburan yang menyenangkan.

Fakta: Memang kamu bisa menjadi seorang relawan dengan cara menjaga ekologi dan budaya di tempat yang kamu kunjungi. Kebanyakan orang yang memilih ekoturisme karena mereka merupakan pecinta alam yang ingin menjaga lingkungan dan membantu berbagai kegiatan konservasi. Namun itu bukanlah satu-satunya kriteria dalam ekoturisme, kamu juga bisa bersenang-senang tentunya dengan berbagai kegiatan olah raga seperti bersepeda, arung jeram, pendakian gunung dan lain-lain.

Mitos: Ekoturisme hanya ditujukan untuk kalangan dewasa.

Fakta: Hal ini merupakan miskonsepsi yang harus dihilangkan, karena faktanya banya keluarga yang membawa anak-anaknya dalam ekoturisme. Single parent dengan anak-anaknya yang masih kecil bisa menggunakan ekoturisme sebagai kesempatan untuk mengajarkan anak-anak mereka pentingnya menjaga alam. Ekoturisme ini sangat bermanfaat bagi anak-anak agar lebih mencintai alam, dan ekoturisme bisa menjadi alternatif liburan terbaik.

Hal-Hal Yang Mesti Diperhatikan Dalam Ekoturisme

  • Hormati kultur budaya lokal dan tradisi di tempat yang kamu kunjungi.
  • Pastikan untuk menggunakan pakaian yang sesuai, agar masyarakat tetap respect pada kita.
  • Kita juga harus patuh pada hukum adat di tempat yang kita kunjungi.
  • Cobalah untuk selalu menjaga kehidupan liar dengan menghindari membeli produk seperti gading gajah, bulu binatang, kulit hewan langka, dan lain-lain.
  • Selalu tenang dan hindari hewan-hewan berbahaya selama berada di tur hutan.
  • Tetap menjaga kebersihan alam, jika kamu beserta rombongan mendirikan tenda, maka pastikan tidak ada sampah berserakan dan bersihkan sisa-sisa sampah saat akan pulang.
  • Cobalah untuk terus menggunakan bahan-bahan yang bisa didaur ulang.
  • Hormati kedamaian dan privasi dari masyarakat lokal dan coba untuk mengurangi tingkat polusi suara dengan tetap bersikap tenang.

Bagi kamu yang suka bepergian, maka pertimbangkan tentang ekoturisme sebagai cara mengetahui berbagai budaya dan kondisi alam yang ada diseluruh dunia. Hal yang paling menarik dari ekoturisme memang adalah ketika merasakan budaya dan tradisi baru dari suatu tempat, merasakan keindahan alam dan menikmati makanan-makanan eksotis dan lain-lain.

Komentar Facebook