Mengenang Sang Legenda Rock Climbing: Scott Cosgrove

Exploregunung.com – “Akan selalu menjadi mimpi saya untuk melampaui batas dalam pendakian, dan mencapainya dalam waktu singkat. Hal itu selalu terjadi, karena saya mempunyai kemampuan dan juga latihan ekstra keras yang saya lakukan,” jelas Scott Cosgrove dalam wawancara dengan ClimSkiBoulder. “Saya melakukannya karena membuat saya bahagia, semuanya hanya tentang kebahagiaan.” tambahnya,

Scott Cosgrove climbs The Cutting Edge (5.13d) in Joshua Tree, California on the June/July 1989 cover of Climbing.
Scott Cosgrove climbs The Cutting Edge (5.13d) in Joshua Tree, California on the June/July 1989 cover of Climbing.

Scott “Coz” Cosgrove merupakan legenda dalam rock climbing, ia juga seorang stuntman dalam film-film epic Hollywood seperti Lone Survivor, The Hunger Games dan Insurgent. Ia akhirnya meninggal dunia pada umur 52 tahun saat mencoba mendaki pegunungan Santa Monica diatas bukit Agoura, California. Ia ditemukan sudah tak bernyawa oleh sesama pendaki pada 24 Februari yang lalu. Scott Cosgrove merupakan salahsatu pendaki terbaik di dunia, 2 tahun sebelum meninggal, Cosgrove sempat mengalami kecelakaan disebuah hangar pesawat, namun kembali memutuskan untuk memanjat tebing.

Karir Scott “Coz” Cosgrove beredar disekitar produksi film, ia bekerja sebagai seorang koordinator stuntman dan juga teknisi perlengkapan di fim-film seperti Wolverine, The Expendables 2, The Secret Life of Walter Mitty dan produksi skala besar lainnya. Pada Academy Awards yang ke 77, Scott Cosgrove berhasil memenangkan Oscar untuk hasil kerjanya sebagai seorang rigger atau teknisi perlengkapan. Ia juga merupakan salah satu pemandu AMGA, perjalanan pendakian internasional ke pegunungan Himalaya, Patagonia dan Alaska.

Scott Cosgrove yang tumbuh di Belmont, California mulai melakukan pendakian pada umur 12 tahun. Saat berumur 14 tahun, ia memutuskan untuk melakukan pendakin secara full time, menghabiskan musim panas di Yosemite dan mendaki tebing tinggi di Castle Rock. Scott Cosgrove membantu banyak selebritas Hollywood untuk belajar mendaki, salah satunya adalah saat Cosgrove mengajarkan teknik mendaki pada Jennifer Lawrence pada film The Hunger Games (2012) dan berkolaborasi dengan Mark Wahlberg dalam film perang Lone Survivor (2013).

Scott Cosgrove juga dikenal sebagai owner dari perusahaan California Mountain Guides, membantu banyak pendaki untuk mencapai puncak-puncak tebing tertinggi di dunia. Kebanyakan, ia memimpin pendakian disekitar Taman Nasional Yosemite. Ia juga merupakan kontributor pada majalah Alpinist (majalah yang mengupas tentang pendakian gunung). Scott Cosgrove pernah mengalami kecelakaan yang sangat fatal dan hampir membunuh nyawanya, yaitu saat ia terjatuh dari ketinggian 30 kaki dari sebuah crane dan mengalami gegar otak dan patah tulang. Scott Cosgrove mengalami koma selama hampir 2 bulan, setelah berbagai operasi, Scott Cosgrove akhirnya berhasil sembuh namun harus melalui rehabilitasi di Casa Colina, Pomona, California. Semangatnya yang kuat untuk memanjat tebing, ia kembali melakukan berbagai pendakian ditemani seorang terapis.

Sebagai seseorang yang dibesarkan dengan pendakian di kawasan tebing Yosemite, Patagonia dan kawasan Yukon, Scott Cosgrove tercatat telah mendaki berbagai tebing berbahaya di dunia. Salah satu pencapaian terbaiknya adalah saat berhasil menjadi orang pertama yang berhasil memanjat tebing Belle Selatan di Yosemite pada tahun 1987. Karena berbagai pencapaiannya tersebut, Scott Cosgrove disebut-sebut sebagai climber yang paling berani di dunia hingga hari ini.

Scott lebih dikenal sebagai seorang pemandu dan instruktor, murid-muridnya berasal dari seluruh dunia yang ingin mengetahui rahasia pendakian yang dilakukan oleh Scott. Scott Cosgrove mempunyai gaya memanjat lembut namun percaya diri, dedikasi dan catatan produktifnya dalam mendaki menginspirasi banyak pendaki dari seluruh dunia, dan gaya mengajarnya kembali dipopulerkan oleh banyak komunitas pendakian di seluruh dunia.

Scott Cosgrove membuat banyak murid-muridnya percaya bahwa kebahagiaan bisa dicapai dengan memanjat tebing dan banyak dari murid-muridnya menjadi sahabat-sahabatnya. Scott Cosgrove telah melakukan 400 pendakian, dan pencapaian tersebut menjadikannya seorang legenda dalam rock climbing. Namanya mencuat terutama karena ia meninggal saat memanjat tebing, seperti semut yang menemukan gula, ia menemukan surganya saat berada diatas tebing, ia beristirahat dengan tenang bersama dengan dedikasinya untuk mendaki. Kemampuan mendaki dari Scott Cosgrove sangat berbeda karena melalui latihan yang sangat panjang, dan menjadikannya sebagai seorang master dalam olahraga panjat tebing. Scott Cosgrove akan selalu diingat sebagai seorang legenda dalam panjat tebing.

Komentar Facebook