Tersesat di Gunung? Ini Yang Harus Kamu Lakukan

Exploregunung.com –¬†Mendaki gunung merupakan aktivitas olahraga yang sangat menantang, aktivitas ini juga harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Jika kamu memiliki rencana menghabiskan beberapa hari di sebuah gunung tanpa rombongan, sangat penting mengetahui survival skill. Gunung tidak hanya memiliki cuaca dingin dan lingkungan yang keras, namun faktanya iklim disebuah gunung berubah-ubah tanpa bisa diprediksi, yang tadinya cerah tiba-tiba berawan lalu kemudian turun hujan dengan cepat. Temukan cara paling tepat bertahan di sebuah gunung, terutama pada saat tersesat.

Kumpulkan seluruh perlengkapan yang paling penting dalam sebuah survival kit. Semua perlengkapan mendaki harus tahan lama, mudah dibawa, dan bisa dengan mudah menempel pada tubuh. Kamu bisa menonton berbagai video secara online yang mendemonstrasikan pertahanan saat tersesat ketika berada di gunung. Apakah kamu seorang pendaki profesional atau pemula, ikuti beberapa cara dibawah ini untuk bertahan hidup saat tersesat di gunung.

Baca juga: Persiapan Menjelang Pendakian Gunung

Barang-Barang Yang Perlu Dibawa Untuk Backpaking

  • Kompas dan Peta: Kompas dan peta sangat dibutuhkan pada saat tersesat didalam gunung. Dengan adanya kompas dan peta, kita bisa mengetahui lokasi dimana kita berada dan mengarahkannya sesuai kompas.
  • Pisau: Jangan hanya membawa pisau poket yang kecil, namun bawa juga pisau yang mempunyai beberapa fungsi memotong lainnya, misalnya pisau yang agak berukuran besar untuk menebas batang pohon.
  • Obat-obatan: Obat-obatan yang bisa dibawa adalah obat pereda nyeri, antacid, parasetamol, krim antiseptic dan antibiotik, lotion sunscreen, dan lain-lain.
  • Pelembab: Kondisi cuaca pada ketinggian ekstrem biasanya kering, pastikan kulitmu tetap terhidrasi.
  • Penghangat Kaki: Jangan coba-coba tidur dengan kaus kaki basah, karena selain tidak nyaman juga akan membuat hypotermia. Buka kaus kaki basah tersebut dan pakailah penghangat kaki.
  • Tali dan Kawat: Tali dan kawat sangat berguna untuk berbagai kebutuhan, dari menambatkan tenda, hingga mengekang, memanjat dan lain-lain.
  • Kanvas Anti Air: Kanvas anti air dapat digunakan untuk membuat sebuah naungan.
  • Senter/Lilin: Senter dan lilin dapat digunakan pada malam hari, atau pada saat kondisi sedang gelap seperti didalam tenda atau gua.
  • Peralatan untuk Membuat Api: Peralatan untuk membuat api bisa korek api kayu atau gas.

Barang lainnya yang sangat penting untuk dibawa dalam tas carrier yaitu pakaian. Bawalah cukup pakaian anti air untuk jaga-jaga jika terjadi hujan, dan juga pakaian hangat seperti tutup kepala, kaos kaki, syal dan lain-lain. Bawa juga kacamata hitam untuk menjaga mata dari sinar matahari yang menyengat. Bawa juga peluit, untuk jaga-jaga jika tersesat.

Baca juga: Tips Aman Pendakian di Malam Hari

Membuat Api Secara Manual

Ini merupakan hal yang harus dikuasai, karena sangat dibutuhkan saat tersesat dan tidak memiliki korek api. Tidak hanya hal tersebut membantu dalam membuat api unggun, namun bisa juga dipakai untuk memasak atau menakut-nakuti hewan liar.

Teknik Tali Menali

Mempelajari teknik mengikat berbagai simpul akan sangat berguna saat turun tebing, Jangan biarkan tali tersebut menjadi basah dan jangan pernah menyambungkannya secara sembarangan.

Tindakan Pencegahan

Sebelum mendaki cek terlebih dahulu kondisi cuaca gunung yang akan didaki. Semakin tinggi perjalanan, semakin cenderung kamu terkena radiasi solar karena tipisnya atmosfir. Teruslah waspada pada perubahan cuaca yang tiba-tiba, dan jangan ragu untuk kembali turun gunung untuk alasan keamanan. Terus waspada terhadap longsoran tanah dan jangan mendirikan tenda disekitar area yang kemungkinan besar terjadi longsor. Atur kecepatan berjalan sepanjang waktu, pada malam hari kewaspadaan harus ditingkatkan.

Tahu Batas Kemampuan Fisik

Dalam mendaki, kamu harus tahu batas kemampuan fisikmu, rasa haus menjadi indikator tubuh mengalami kelelahan. Ingatkan diri sendiri, bahwa tidak ada lagi orang yang akan menolongmu. Berikan tubuh kesempatan beristirahat, waspada jika tubuh mengalami sakit.

Gunakan Peluit

Jika kamu menyadari bahwa kamu tersesat, maka jangan panik!. Kamu mungkin berada dalam situasi dimana kamu hanya terpisah dari kelompok, dan sekarang harus berjuang untuk diri sendiri. Jika itu terjadi, gunakan peluit yang kamu bawa. Tiup tiga kali yang menandakan sebagai tanda dalam kesulitan, dan dalam kondisi tertentu, mungkin anggota kelompok mungkin jauh jaraknya, jangan ragu untuk meniupnya berkali-kali!.

Komentar Facebook