Gunung Binaiya – Gunung Tertinggi di Kepulauan Maluku

Exploregunung.com – Gunung Binaiya merupakan salah satu gunung di Indonesia yang mempunyai ketinggian 3027 mdpl, dan merupakan gunung tertinggi di kepulauan Maluku. Banyak dari kita menyangka bahwa Maluku yang berbentuk kepulauan tidak memiliki pegunungan dengan tingkat ketinggian ekstrem. Namun faktanya Maluku mempunyai satu gunungnya yaitu gunung Binaiya yang juga masuk dalam jajaran gunung dengan puncak tertinggi di Indonesia. Sebagai bagian dari Seven Summit Indonesia, gunung Binaiya tentunya memiliki magnet tersendiri untuk para pendaki. Ketinggian ekstrem dan treknya yang menantang, tidak akan menyurutkan langkah para climber untuk menggagahi puncak gunung Binaiya ini. Jalur pendakian di gunung Binaiya dikenal sangat ekstrem dan membuat pendaki biasanya mengalami down dan akhirnya memutuskan untuk turun gunung.

Gunung Binaiya
Gunung Binaiya

Gunung eksotis ini terletak di kepulauan Seram, Maluku dan berada didalam kawasan Taman Nasional Manusela. Perlu diketahui bagi para climber bahwa gunung Binaiya bukan merupakan gunung berapi, dan tidak terdapat spot-spot berbau belerang. Dari kejauhan, gunung kebanggaan masyarakat Maluku ini terlihat seperti bongkahan batu karang raksasa. Kemegahannya mempunyai dua mata pedang, yaitu mengundang banyak pendaki untuk mencapai puncaknya dan memberikan ketakutan luar biasa terutama bagi pendaki pemula. Bagi banyak pendaki, perjalanan panjang dalam pendakian adalah hal biasa, namun berbeda dengan jalur pendakian di gunung Binaiya ini yang membutuhkan perjalanan yang jauh lebih panjang.

Mungkin banyak dari pembaca yang sering mendaki gunung-gunung di pulau Jawa, dan akan dengan mudah mencapai kaki gunungnya. Namun berbeda dengan gunung Binaiya ini, pendaki harus melalui perjalanan panjang hanya untuk sampai di kaki gunung. Inilah tentangan tersendiri yang mesti dilalui jika ingin mendaki gunung Binaiya ini. Pendaki harus melewati trek sungai dan daratan untuk mencapai kaki gunung Binaiya. Selain itu pendaki juga akan melewai pedesaan di Maluku, meskipun melelahkan namun eksotisme alam dan juga kultur budayanya bisa menjadi penawar lelah bagi para pendaki.

Perlu diketahui juga bahwa jalur pendakian di gunung Binaiya ini memiliki medan yang beragam, pendaki bisa menemukan medan hutan rawa ataupun hutan dengan ekosistem pantai. Selain itu terdapat juga jalur pendakian dengan nuansa sub alpin dan juga ekosistem hutan montana. Keberadaan berbagai macam ekosistem alam tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para pendaki, karena bisa dipastikan akan menghadapi kondisi lingkungan yang berbeda-beda. Sangat tidak disarankan bagi pemula atau amatir untuk mendaki gunung kars ini, karena selain jalur pendakian yang jauh, juga ekosistem alam yang berbeda-beda membuat pendakian akan sangat beresiko.

Meskipun memiliki keangkeran tersendiri, namun bagi siapapun yang berhasil mencapai puncak gunung Binaiya, akan mengalami kepuasan yang tak akan hilang sampai akhir hayat. Gunung Binaiya biasanya sering dikunjungi pendaki yang memiliki misi menaklukan Seven Summit Indonesia. Karena keangkeran gunung ini, tidak banyak pendaki yang berani menggagahinya kecuali beberapa expert yang memiliki misi pendakian Seven Summit Indonesia.

Akses Jalur Pendakian Gunung Binaiya

Jalur pendakian biasanya memakai jalur pendakian resmi yaitu dibagian utara lewat desa Kanike dan bagian selatan lewat desa Piliana. Ada hal menarik bahwa banyak pendaki biasanya memilih rute desa Kanike padahal faktanya lewat rute desa Piliana, pendaki akan lebih cepat mencapai puncak gunung Binaiya. Bagi kamu yang berencana mendaki gunung Binaiya, maka cek lagi kondisi keuanganmu karena projek pendakian ke gunung Binaiya membutuhkan dana yang tidak sedikit. Pendaki harus melalui perjalanan dari Ambon menuju kaki gunung Binaiya, dan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Selain itu ada aturan baru yang harus dipatuhi pendaki yaitu reservasi tamu, pemandu, penginapan dan pengangkutan barang yang semuanya disediakan oleh pemerintah Maluku.

Untuk melewati jalur pendakian gunung Binaiya, pendaki dihadapkan dengan trek super ekstrem. Pendaki akan menemukan sungai selebar 6 meter, dan harus melaluinnya jika ingin mencapai pos selanjutnya. Lalu sepanjang jalur pendakian, hutan hujan tropis dengan cahaya matahari sangat minim akan menyertai para pendaki. Setelah itu pendaki akan menemukan berbagai trek curam dan menanjak. Meskipun terdengar ‘ngeri’ namun apa yang akan ditemukan pendaki setelah mencapai puncak adalah kebebasan!.

Komentar Facebook